Pasal 85–187
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
diubahSalinan korpus pada tanggal pengambilan; perubahan terbaru dan kelengkapan belum diverifikasi ulang. Nomor hasil ekstraksi PDF yang meragukan tidak ditampilkan: 7O, 8O, 13O, 16O, 22O, 33O, 39O, 47O, 48O, 49O, 52O.
Pasal 85(1) Pidana kerja sosial dapat dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan Tindak Pidana yang
Pasal 86Pidana tambahan berupa pencabutan hak tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 ayat (1
Pasal 87Kecuali ditentukan lain oleh Undang-Undang, pencabutan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasa
Pasal 88Kecuali ditentukan lain oleh Undang-Undang, pencabutan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasa
Pasal 89Kecuali ditentukan lain oleh Undang-Undang, pencabutan hak sebagaimana dimaksud dalam Pasa
Pasal 90(1) Jika pidana pencabutan hak dijatuhkan, lama pencabutan wajib ditentukan jika: a. dijat
Pasal 91Pidana tambahan berupa perampasan Barang tertentu dan/atau tagihan sebagaimana dimaksud da
Pasal 92(1) Pidana tambahan berupa perampasan Barang tertent sebagaimana dimaksud dalam Pasal 91 d
Pasal 93(1) Jika dalam putusan pengadilan diperintahkan supaya putusan diumumkan, harus ditetapkan
Pasal 94(1) Dalam putusan pengadilan dapat ditetapkan kewajiban terpidana untuk melaksanakan pemba
Pasal 95(1) Pidana tambahan berupa pencabutan izin dikenakan kepada pelaku dan pembantu Tindak Pid
Pasal 96(1) Pidana tambahan berupa pemenuhan kewajiban adat setempat diutamakan jika Tindak Pidana
Pasal 97Pidana tambahan berupa pemenuhan kewajiban adat setempat dapat dijatuhkan walaupun tidak t
Pasal 98Pidana mati diancamkan secara alternatif sebagai upaya terakhir untuk mencegah dilakukanny
Pasal 99(1) Pidana mati dapat dilaksanakan setelah permohonan grasi bagi terpidana ditolak Preside
Pasal 101Jika permohonan grasi terpidana mati ditolak dan pidana mati tidak dilaksanakan selama 10
Pasal 102Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pidana mati diatur dengan Undang-Und
Pasal 103(1) Tindakan yang dapat dikenakan bersama-sama dengan pidana pokok berupa: a. konseling; b
Pasal 104Dalam menjatuhkan putusan berupa tindakan, hakim wajib memperhatikan ketentuan sebagaimana
Pasal 105(1) Tindakan rehabilitasi dikenalan kepada terdakwa yang: a. kecanduan alkohol, narkotika,
Pasal 106(1) Dalam mengenakan tindakan pelatihan kerja, hakim waj ib mempertimbangkan : a. kemanfaa
Pasal 107Tindakan perawatan di lembaga dikenakan berdasarkan keadaan pribadi terdakwa serta demi ke
Pasal 108Tindakan perbaikan akibat Tindak Pidana adalah upaya memulihkan atau memperbaiki kerusakan
Pasal 109Tindakan penyerahan terdakwa kepada pemerintah atau seseorang dikenakan demi kepentingan t
Pasal 110(1) Tindakan perawatan di rumah sakit jiwa dikenakan terhadap terdakwa yang dilepaskan dar
Pasal 111Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pidana dan tindakan sebagaimana dima
Pasal 112Anak yang melakukan Tindak Pidana yang diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) ta
Pasal 113(1) Setiap Anak dapat dikenai tindakan berupa: a. pengembalian kepada Orang Tua/wali; b. p
Pasal 114Pidana yang dapat dijatuhkan terhadap Anak berupa: a. pidana pokok; dan b. pidana tambahan
Pasal 115Pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf a terdiri atas: a. pidana peringat
Pasal 116Pidana tambahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 huruf b terdiri atas: a. perampasan k
Pasal 117Ketentuan mengenai diversi, tindakan, dan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 samp
Pasal 118Pidana bagi Korporasi terdiri atas: a. pidana pokok; dan b. pidana tambahan.
Pasal 119Pidana pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 huruf a adalah pidana denda.
Pasal 121(1) Pidana denda untuk Korporasi dljatuhi paling sedikit kategori IV, kecuali ditentukan l
Pasal 122(1) Pidana denda wajib dibayar dalam jangka waktu tertentu yang dimuat dalam putusan penga
Pasal 123Tindakan yang dapat dikenakan bagi Korporasi: a. pengambilalihan Korporasi; b. penempatan
Pasal 124Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan pidana dan tindakan bagi Korporasi s
Pasal 125(1) Suatu perbuatan yang memenuhi lebih dari 1 (satu) ketentuan pidana yang diancam dengan
Pasal 126(1) Jika terjadi perbarengan beberapa Tindak Pidana yang saling berhubungan sehingga dipan
Pasal 127(1) Jika terjadi perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pi
Pasal 128(1) Jika terjadi perbarengan beberapa Tindak Pidana yang harus dipandang sebagai Tindak Pi
Pasal 129Jika dalam perbarengan Tindak Pidana dijatuhi pidana mati atau pidana penjara seumur hidup
Pasal 131(1) Jika Setiap Orang telah dijatuhi pidana dan kembali dinyatakan bersalah melakukan Tind
Pasal 132(1) Kewenangan penuntutan dinyatakan gugur jika: a. ada putusan pengadilan yang telah memp
Pasal 133(1) Pidana denda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 132 ayat (1) huruf d dan huruf e serta b
Pasal 134Seseorang tidak dapat dituntut untuk kedua kalinya dalam 1 (satu) perkara yang sama jika u
Pasal 135Jika putusan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 berasal dari pengadilan luar negeri, ter
Pasal 136(1) Kewenangan penuntutan dinyatakan gugur karena kedaluwarsa apabila: a. setelah melampau
Pasal 137Jangka waktu kedaluwarsa dihitung mulai keesokan hari setelah perbuatan dilakukan, kecuali
Pasal 138(l) Tindakan penuntutan Tindak Pidana menghentikan tenggang waktu kedaluwarsa. (2) Penghen
Pasal 139Apabila penuntutan dihentikan untuk sementara waktu karena ada sengketa hukum yang harus d
Pasal 140Kewenangan pelaksanaan pidana dinyatakan gugur, jika: a. terpidana meninggal dunia; b. ked
Pasal 141Jika terpidana meninggal dunia, pidana perampasan Barang tertentu dan/atau tagihan yang te
Pasal 142(1) Kewenangan pelaksanaan pidana gugur karena kedaluwarsa setelah berlaku tenggang waktu
Pasal 143(1) Tenggang waktu kedaluwarsa pelaksanaan pidana dihitung keesokan harinya sejak putusan
Pasal 144Tindak Pidana adalah termasuk juga permufakatan jahat, persiapan, percobaan, dan pembantua
Pasal 145Setiap Orang adalah orang perseorangan, termasuk Korporasi.
Pasal 146Korporasi adalah kumpulan terorganisasi dari orang dan/atau kekayaan, baik merupakan badan
Pasal 147Barang adalah benda berwujud atau tidak berwujud, benda bergerak atau tidak bergerak terma
Pasal 148Surat adalah dokumen yang ditulis di atas kertas, termasuk juga dokumen atau data yang ter
Pasal 149Korban adalah orang yang mengalami penderitaan fisik dan mental dan/atau kerugian ekonomi
Pasal 150Anak adalah seseorang yang belum berumur 18 (delapan belas) tahun.
Pasal 151Orang Tua adalah termasuk juga kepala keluarga.
Pasal 152Ayah adalah termasuk juga orang yang menjalankan kekuasaan yang sama dengan Ayah.
Pasal 153Kekuasaan Ayah adalah termasuk juga kekuasaan kepala keluarga.
Pasal 154Pejabat adalah setiap warga negara Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, d
Pasal 155Luka Berat adalah: a. sakit atau luka yang tidak ada harapan untuk sembuh dengan sempurna
Pasal 156Kekerasan adalah setiap perbuatan dengan atau tanpa menggunakan kekuatan fisik yang menimb
Pasal 157Ancaman Kekerasan adalah setiap perbuatan berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau ger
Pasal 158Di Muka Umum adalah di suatu tempat atau Ruang yang dapat dilihat, didatangi, diketahui, a
Pasal 159Harta Kekayaan adalah benda bergerak atau benda tidak bergerak, baik yang berwujud maupun
Pasal 160Makar adalah niat untuk melakukan serangan yang telah diwujudkan dengan persiapan perbuata
Pasal 161Perang adalah termasuk juga Perang saudara dengan mengangkat senjata.
Pasal 162Waktu Perang adalah termasuk waktu di mana bahaya Perang mengancam dan/atau ada perintah u
Pasal 163Musuh adalah termasuk juga pemberontak dan negara atau kekuasaan yang diperkirakan akan me
Pasal 164Masuk adalah termasuk mengakses Komputer atau Masuk ke dalam sistem Komputer.
Pasal 165Memanjat adalah termasuk Masuk dengan melalui lubang yang sudah ada tetapi tidak untuk tem
Pasal 166Anak Kunci Palsu adalah anak kunci duplikat termasuk juga segala perkakas, sistem elektron
Pasal 167Ruang adalah termasuk bentangan atau terminal Komputer yang dapat diakses dengan cara tert
Pasal 168Bangunan Listrik adalah bangunan yang digunakan untuk membangkitkan, mengalirkan, mengubah
Pasal 169Komputer adalah alat untuk memproses data elektronik, magnetik, optikal, atau sistem yang
Pasal 170Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak te
Pasal 171Kode Akses adalah angka, huruf, simbol lainnya atau kombinasi di antaranya yang merupakan
Pasal 172Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi,
Pasal 173Pengusaha adalah orang yang menjalankan perusahaan atau usaha dagang.
Pasal 174Kapal adalah kendaraan air dengan bentuk dan jenis apa pun, yang digerakkan dengan tenaga
Pasal 175Penumpang adalah orang selain Nakhoda dan Anak Buah Kapal yang berada di Kapal atau orang
Pasal 176Anak Buah Kapal adalah Awak Kapal selain Nakhoda.
Pasal 177Awak Kapal adalah orang yang bekerja atau dipekerjakan di atas Kapal oleh pemilik atau ope
Pasal 178Kapal Indonesia adalah Kapal yang didaftar di Indonesia dan memperoleh Surat tanda kebangs
Pasal 179Nakhoda adalah salah seorang Awak Kapal yang menjadi pemimpin tertinggi di Kapal dan mempu
Pasal 180Pesawat Udara adalah setiap mesin atau alat yang dapat terbang di atmosfer karena gaya ang
Pasal 181Dalam Penerbangan adalah jangka waktu sejak saat semua pintu luar Pesawat Udara ditutup se
Pasal 182Dalam Dinas Penerbangan adalah jangka waktu sejak saat Pesawat Udara disiapkan oleh awak d
Pasal 183Ternak adalah hewan peliharaan yang diperuntukkan sebagai sumber pangan dan sumber mata pe
Pasal 184Bulan adalah waktu 30 (tiga puluh) Hari.
Pasal 185Hari adalah waktu selama 24 (dua puluh empat) jam.
Pasal 186Malam adalah waktu di antara matahari terbenam dan matahari terbit.
Pasal 187Ketentuan dalam Bab I sampai dengan Bab V Buku Kesatu berlaku juga bagi perbuatan yang dap